Media Sosial VAZnews.com

Hukum

TPF Bentukan Polri Gagal Ungkap Kasus Novel, Ini Kata Busyro Muqoddas

Diterbitkan

|

Photo: © Disediakan oleh Tempo

VAZNEWS.COM – Mantan pimpinan KPK, Busyro Muqoddas tanggapi Tim Pencari Fakta (TPF) bentukan Polri yang gagal mengungkap kasusu Novel Baswedan. Ia mengaku tidak kaget dan sudah memprediksinya sejak awal.


[the_ad id=”1235″]

TPF Bentukan Polri Gagal Ungkap Kasus Novel, Ini Kata Busyro Muqoddas. Pengungkapan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan masih menemui jalan buntu. TPF bentukan polri gagal membuat kasus ini menjadi terang.

Terkait hal itu, Eks pimpinan KPK, Busyro Muqoddas angkat suara dan ikut mengomentari kinerja TPF kasus Novel. Busyro mengaku tidak kaget dengan kegagalan tim mengungkap kasus kekerasan terhadap Novel. Bahkan ia sudah memprediksi sejak awal dibentuknya TPF oleh Polri.

Dengan kegagalan itu, Busyro mengusulkan segera dibentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF)  dengan sejumlah syarat. Termasuk penunjukan anggota yang bukan dari istana.

Busyro mengritik kinerja aparat kepolisian dalam upaya pengungkapan kasus Novel. Meskipun Polri sudah membentuk Tim Pencari Fakta (TPF), namun faktanya tim tersebut gagal mengungkap dalang penyerangan tersebut.


Baca Juga:


“Kami sudah memprediksi sejak awal dibentuknya TPF oleh Polri ini, sehingga kami tidak kaget (dengan kinerja TPF),” papar kata Busyro kepada wartawan di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (18/7/2019).

Kini, lanjut Busyro, satu-satunya jalan untuk mengungkap kasus Novel hanyalah dengan pembentukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang dibentuk sendiri oleh Presiden Jokowi. Namun ada beberapa catatan yang harus diperhatikan.

“Kalau soal legalitas ini (saya) tetap meminta Presiden bentuk TGPF. Tapi dengan catatan serius. Kalau bentuk TGPF, kalau Presiden mau, unsur masyarakat sipilnya jangan ditentukan oleh istana,” tegasnya.

Baca Juga: Pengakuan Mahfud MD Mengetahui Pejabat Yang Sedang Dibidik KPK

“Kami sulit percaya. Serahkan pada kami unsur masyarakat madani, koalisi antikorupsi. Serahkan, beri waktu seminggu untuk mencari sendiri, nah itu. Itu bentuk penghormatan terhadap masyarakat sipil,” pungkas Busyro.


Source: Artikel asli

Comments

Trending

x