Terhubung dengan VAZnews.com

Daerah

Tragedi Papua, Andre Ke Jokowi: Kecewa, Ucap Belasungkawa Saja Tidak

Diterbitkan

|

Tragedi Papua, Andre Ke Jokowi Kecewa, Ucap Belasungkawa Saja Tidak

VAZNEWS.COM – Ketua Ikatan Keluarga Minang, Andre Rosiade mengaku kecewa kepada Presiden Jokowi yang menurutnya tidak mampu memulihkan situasi mencekam di Wamena, Papua.


Tragedi Papua, Andre Ke Jokowi: Kecewa, Ucap Belasungkawa Saja Tidak. Anggota DPR RI terpilih periode 2019-2024, Andre Rosiade menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang terkesan menutup mata terkait insiden Wamena, Papua berujung korban Jiwa.

Tragedi Wamena telah banyak menelan korban jiwa dan kebanyakan korban meninggal berasal dari masyarakat pendatang di antaranya dari Suku Minang, Suku Bugis, dan lainnya.

Andre selaku Ketua Harian DPP Ikatan Keluarga Minang, mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada Presiden Jokowi terkait penanganan konflik Papua.

“Terus terang kami kecewa respons pemerintah sampai saat ini belum ada. Rakyatnya ada puluhan orang meninggal dunia, tetapi beliau (Jokowi) mengucapkan belasungkawa saja tidak,” kata Andre, mengutip dari laman RMOL, Minggu (29/9/2019).


Baca Juga:


Saking kecewanya terhadap Jokowi, Andre menyindir tingkah Presiden Jowo Widodo. Ia membandingkan sikap Jokowi yang lebih ingat dan mau mengucapkan belasungkawa kepada Presiden Prancis, ketimbang rakyatnya yang meninggal akibat rusuh di Papua.

“Malah dia punya waktu mengucapkan belasungkawa untuk wafatnya Presiden Prancis, Jacques Chirac, yang mungkin Jokowi sendiri belum pernah ketemu,” sambungnya.

Tidak sampai di situ, politisi Gerindra itu juga mencoba menceritakan situasi dan kondisi Wamena yang sangat mengerikan. Jokowi dinilainya tidak memiliki empati terhadap rakyatnya. Karena ini menyangkut nyawa, Andre dengan tegas mempersilahkan Jokowi mundur jika tidak mampu mengurus Papua.

“Faktanya di sana yang terbunuh itu mendapat perlakuan dikampak, dibacok, lalu dibakar. Kami mencatat presiden tidak punya empati sama rakyatnya. Kalau enggak mampu, ya Anda (Jokowi) mundur saja dari presiden. Ini urusan nyawa,” tegasnya.

Baca Juga: Akan Terbitkan Perpu, Fraksi PDIP Peringatkan Jokowi Hormati DPR

Lebih lanjut Andre meminta pemerintah segera memulihkan situasi Papua khususnya di Wamena. Ia meminta ada jaminan keamanan untuk masyarakat yang tinggal di sana. Menurutnya, bantuan evakuasi terhadap masyarakat yang ingin keluar dari Papua harus disiagakan.

“Kirim pasukan untuk memulihkan kepastian keamanan agar situasi (Papua) kembali kondusif. Kedua, tambah Hercules untuk yang mau keluar dari Wamena agar diberikan akses untuk kemudahan.” tutup Andre.

Daerah

Ungkapan Kapolda Sultra: Randy Ditembak Dengan Peluru Tajam

Diterbitkan

|

Oleh

Unkapan Kapolda Sultra; Randi Ditembak Dengan Peluru Tajam
Photo: © Disediakan oleh Antaranews.com

VAZNEWS.COM – Randi adalah mahasiswa Perikanan Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas saat demo di Kendari. Kapolda Sultra, Iriyanto membantah pihaknya menggunakan peluru tajam dalam mengamankan aksi massa.


Ungkapan Kapolda Sultra; Randy Ditembak Dengan Peluru Tajam. Kapolda Sulawesi Utara (Sultra), Brigjen Iriyanto membenarkan jika peluru yang ditembak ke Randy adalah jenis peluru tajam.

“Betul itu adalah tembakan peluru tajam,” sebut Brigjen Iriyanto saat jumpa pers di Mapolda Sultra, pada Jumat (27/9/2019).

Namun terkait dengan senjata apa yang digunakan, Brigjen Iriyanto sama sekali tidak dapat memastikan hal tersebut. Tetapi Ia memastikan jika seluruh anggotanya yang melakukan pengamanan saat itu sama sekali tidak dibekali senjata.

.”Sesuai dengan arahan Kapolri. Dalam melakukan pengamanan jangankan peluru tajam, peluru karet pun kami tidak diizinkan,” ujar Brigjen Iriyanto.


Baca Juga:


Iriyanto juga menambahkan jika Randy ditemukan berjarak sekitar 600 sampai 700 meter dari Gedung DPRD Sulawesi Utara.

Randy telah menjadi korban tembak usai bentrok dengan polisi. Randy sempat dibawa ke Rumah Sakit Ismoyo namun selang sekitar 15 menit nyawanya tidak dapat diselamatkan. Mahasiswa semester 7 itu dilarikan ke Rumah Sakit Ismoyo pada pukul 15.30 Wita, dan dinyatakan meninggal pada pukul 15.45 Wita.

Kabid Humas Polda Sultra AKBP Harry Golden Hart juga mengatakan. Hingga kini penyebab luka di dada Randi masih dalam pemeriksaan tim penyidik. “Ada bekas luka yang terdapat di dada sebelah kanan. Kita belum bisa memastikan luka tersebut karena apa. Saat ini korban sedang dibawa dari RS Korem ke Kendari untuk otopsi,” ujar Harry pada Kamis (26/9/2019).

Baca Juga: Polisi Akui Salah Tuduh Ambulan Pemprov DKI Bawa Batu dan Bensin

Harry mengatakan jika polisi yang menjaga aksi demo hanya dilengkapi dengan tameng dan tongkat. Selain itu perlengkapan lain seperti pengurai massa menggunakan gas air mata, water canon dan beberapa kendaraan. Harry membantah jika petugas menggunakan peluru tajam saat melakukan pengamanan aksi demo.

“Tidak ada itu (peluru). Kami sudah pastikan pada saat apel tidak ada satupun yang membawa peluru tajam, peluru hampa ataupun peluru karet,” ungkap Harry.

Lanjut Baca

Daerah

Mahasiswa Palembang Rencananya Akan Menggelar Aksi Demo Hari ini

Diterbitkan

|

Oleh

Mahasiswa Palembang Rencananya Akan Menggelar Aksi Demo Hari ini
Photo: © Disediakan oleh Tribunnews

VAZNEWS.COM – Mahasiswa Sumatera Selatan minta izin kepada Rektor untuk kuliah dijalan. Mahasiswa melakukan aksi penolakan terhadap RUU KUHP yang rencananya akan disahkan DPR dalam waktu dekat.


Mahasiswa Palembang Rencananya Akan Menggelar Aksi Demo Hari ini. Gema aksi mahasiswa yang protes penolakan terhadap RUU KUHP tidak hanya terjadi di Jakarta dan Pulau Jawa. Mahasiswa di Sumatera Selatan (Palembang) pun akan menggelar aksi protes hari ini.

Undangan dan ajakan aksi demo ini telah tersebar di media sosial dan grup-grup WhatsApp sejak malam tadi. Bunyi undangan itu ialah mengajak semua mahasiswa libur kuliah dan turun ke jalan.

“Seruan aksi Sumatera selatan (palembang) Bergerak, kuliah 4 SKS di gedung DPRD Sumsel”. Berikut isi ajakan aksi yang tersebar luas di dunia maya khususnya pada media sosial.


Baca Juga:


Bukan hanya itu saja, spanduk yang bertuliskan ajakan aksi itu juga tersebar di beberapa sudut kampus UIN Raden Fatah Palembang. Salah satu dari spanduk itu berisi kalimat ajakan dan minta izin libur kuliah.

“Pak Rektor… Kami Minta Izin Kuliah di Jalan”. Tulis salah satu spanduk yang dibentangkan depan gedung Rektorat UIN Raden Fatah.

Selain Aliansi mahasiswa UIN Raden Fatah. Aksi demo juga akan diikuti mahasiswa lain seperti dari Politeknik Sriwijaya, Universitas Muhammadiyah Palembang dan mahasiswa dari kampus lain di Palembang. Namun sejauh ini masih belum diketahui apakah mahasiswa Universitas Sriwijaya juga akan turut serta meramaikan aksi.

“Pagi ini pukul 10.00 WIB kami bergerak dari UIN ke DPRD Sumatera selatan (palembang). Hari ini kami akan mengajak mahasiswa ikut turun ke jalan”. Ungkapan Presiden Mahasiswa (Presma) UIN Raden Fatah, Rudianto Widodo pada Selasa (24/9/2019).

Rudianto juga mengatakan bahwa seluruh mahasiswa yang ada di Palembang akan turun ke jalan hari ini. Hal ini disebabkan setelah konsolidasi dilakukan malam ini yang mengajak seluruh mahasiswa untuk sama-sama turun ke jalan.

Baca Juga: Jokowi Disarankan Respon Kritik Mahasiswa Demi Indonesia Di Mata Internasional

“Tuntutan kami sama dengan teman-teman di Jakarta dan Jawa. Namun dalam hal ini kami tidak bahas soal KPK, kami fokus dengan RUU KUHP”, kata Rudi.

“Tolak RUU KUHP yang ngawur”, pungkas Rudi.

Lanjut Baca

Daerah

Kota-kota Paling Makmur Di Indonesia

Diterbitkan

|

Kota-kota Paling Makmur Di Indonesia
Photo: © Disediakan oleh Jawa Pos

VAZNEWS.COM – Padat atau banyaknya penduduk sebuah kota tak dapat menjadi pedoman makmurnya kota itu


Kota-kota Paling Makmur Di Indonesia. Dalam memastikan tingkat makmur nya sebuah kota dapat dilihat dari City Prosperity Index (CPI).

CPI yaitu metode yang digunakan oleh UN-Habitat. Sedangkan UN-Habitat itu sendiri adalah inisiatif global yang digunakan oleh lebih dari 400 kota yang ada di Dunia. UN-Habitat digunakan untuk memonitor penerapan dari Sustainable Development Goals (SDGs) dan New Urban Agenda.


Baca Juga:


Di Negara RI, Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI), membuat penelitian mengenai Indonesia City Prosperity Index (CPI) tahun 2019. CPI di Indonesia sendiri merupakan bentuk komitmen REI dalam berkontribusi untuk pengembangan sistem perkotaan di Indonesia.

Dalam keterangan tertulis, Ketua Umum DPP REI Soelaeman Soemawinata mengatakan. “Ini adalah sumbangsih kami sebagai suatu organisasi yang memiliki anggota yang beragam. yang semua ini dimulai dari pengembang rumah rakyat sampai pengembang kota baru. Dari pengembangan perhotelan hingga pengembangan pada wilayah pariwisata dan kawasan perindustrian”.

Soelaeman juga menuturkan. Pengembang memiliki letak yang strategis dalam menciptakan suatu kota. Sehingga index ini dapat mengajak para pegiat pembangunan kota untuk bersama menjadikan kota di Indonesia agar dapat lebih makmur.

Ada enam indikator CPI yang digunakan oleh REI yang diukur untuk menentukan makmurnya suatu kota. Salah satunya adalah produktivitas, kemudian diiringi dengan pembangunan infrastruktur. Kesetaraan sosial, kualitas hidup masyarakat kota, keberlanjutan lingkungan kota, serta kewenangan dan bentuk kelembagaan kota.

Pada Indonesia CPI 2019, ada sebanyak 21 kota yang diteliti oleh DPP REI. Dan hasilnya menyimpulkan, Denpasar adalah kota yang paling makmur di Indonesia. Kemudian diikuti oleh Batam, Balikpapan, dan Tangerang Selatan (Tangsel).

Denpasar adalah kota paling makmur di Indonesia yang memperoleh skor 60,2%. Dari perolehan tersebutlah artinya Denpasar masih masuk dalam kategori moderately solid. Dan dari itulah disimpulkan, belum ada kota – kota di Indonesia yang masuk dalam kategori solid dan very solid selain Denpasar.

Sementara itu kota Jakarta mendapat peringkat ke-10. Skor yang diperoleh ibu kota Indonesia ini hanya 55%.

“Kami mengharapkan kota-kota di Indonesia saat ini berkompetisi secara positif untuk menggapai level tertinggi, agar dapat setara dengan kota-kota di Negara lain” pungkas Soelaeman.

Lanjut Baca

Trending