Media Sosial VAZnews

Dunia

UAS: Tidak Ada Tawar-menawar Dengan Penghina Nabi Muhammad

UAS: Tidak Ada Tawar-menawar dengan Penghina Nabi Muhammad. Negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim juga terus melakukan gerakan boikot atas produk-produk yang berasal dari Prancis.

Diterbitkan

|

UAS Tidak Ada Tawar-menawar Dengan Penghina Nabi Muhammad
UAS: Tidak Ada Tawar-menawar Dengan Penghina Nabi Muhammad (foto: lawjustice)

VAZNEWS.COM – Presiden Prancis Emmanuel Macron masih terus membela kartun Nabi Muhammad SAW dan menuduh Islam dalam kondisi krisis.


UAS: Tidak Ada Tawar-menawar dengan Penghina Nabi Muhammad. Negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim juga terus melakukan gerakan boikot atas produk-produk yang berasal dari Prancis.

Gerakan tersebut membuat Prancis semakin khawatir, hingga Duta Besar Prancis meminta supaya gerakan tersebut segera dihentikan.


Baca Juga:

Corona, Ma’ruf: Meski Tak Halal Harus Ada Ketetapan MUI” (Edit)">Soal Vaksin Corona, Ma’ruf: Meski Tak Halal Harus Ada Ketetapan MUI
  • Paus Fransiskus Dukung Aturan Pasangan Gay Untuk Berkeluarga

  • Namun, permintaan tersebut mendapatkan penolakan hingga Macron meminta maaf dan menghentikan kartun Nabi yang mengatasnamakan kebebasan berpendapat.

    UAS menjawab tidak ada tawar menawar bagi orang-orang yang menghina Nabi Muhammad.

    “Syekh Al-Azhar, Gguru kami di Al-Azhar Kairo, Mufti Al-Azhar, ulama Al-Azhar Syekh Ali Jum”ah menolak ajakan Presiden Prancis untuk menghentikan boikot. Tidak ada tawar-menawar, bahwa mereka kedutaan Prancis di Kairo menelepon Syekh Azhar supaya membuka boikot ini. Tidak, umat Islam wajib memboikot,” ujar UAS, pada Ahad (1/11/2020).

    Baca Juga: Pasca Pemenggalan Guru Di Prancis, Masjid Paris Akan Ditutup

    “Kita bisa minum susu produk kami, kita bisa makan makanan kami, kalau kalian masih mengejek. Ini adalah salah satu bukti kita punya kekuatan ekonomi. Kita punya solidaritas luar biasa. Tidak ada tawar-menawar dengan penghina Nabi Muhammad,” pungkas UAS.

    Comments

    Trending