Terhubung dengan VAZnews.com

Politik

Pengamat: Masyarakat Memerlukan Waktu Untuk Rekonsiliasi Sosial

Diterbitkan

|

Photo: © Disediakan oleh viva

VAZNEWS.COM – Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Titi Anggraini menilai masyarakat perlu waktu untuk memulihkan konflik perbedaan pilihan politik. Ia menyebutnya dengan istilah ‘rekonsiliasi sosial’.


Pengamat: Masyarakat Memerlukan Waktu Untuk Rekonsiliasi Sosial. Titi Anggraini mengatakan, rakyat membutuhkan waktu untuk melakukan rekonsiliasi sosial. Oleh karenanya diperlukan kebijaksanaan dari para elite  untuk tidak memprovokasi dan memanas-manasi suasana.

“Mungkin ada sebagian masyarakat memerlukan waktu untuk melakukan rekonsiliasi sosial,” kata Titi di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Menurut Titi, saat ini para elite politik harus bisa merangkul kembali masyarakat. Pertemuan antara Presiden Terpilih Joko Widodo dan Prabowo Subianto Sabtu lalu bisa menjadi momentum mempersatukan kembali masyarakat di bawah yang terpolarisasi.


Baca Juga:


“Yang perlu dijaga para elite di sekitar mereka adalah bagaimana semua pihak dapat mendinginkan suasana dan merangkul kembali masyarakat yang terbelah dan terkooptasi akibat pilpres,” jelas Titi.

Dia juga menyatakan, pertemuan Prabowo-Jokowi dapat dijadikan sebagai pendidikan politik yang sangat baik. Perbedaan pandangan politik tak harus berujung pada permusuhan.

“Perbedaan pandangan, pilihan dan aspirasi politik yang terjadi pada proses pemilu, tidak harus diikuti oleh perselisihan atau permusuhan politik,” ujar Titi.

Baca Juga: Selain Amien Rais, Prabowo Juga Surati Presiden PKS Sebelum Bertemu Jokowi

Sebelumnya diketahui Presiden terpilih Joko Widodo dan eks capres 02 Prabowo Subianto melakukan pertemuan di stasiun Moda Raya Terpadu (MRT) Lebak Bulus Jakarta Selatan, Sabtu (13/7).


Source: Artikel asli

Komentar

Politik

PDIP Minta Menteri Lebih Banyak, Akbar Ingatkan Mega Hormati Jokowi

Diterbitkan

|

PDIP Minta Menteri Lebih Banyak, Akbar Ingatkan Mega Hormati Jokowi
Photo: © Disediakan oleh indopos

VAZNEWS.COM – Politisi senior Partai Golkar, Akbar Tanjung menanggapi pernyataan Ketum PDIP Megawati yang meminta jatah kursi menteri untuk PDIP harus lebih banyak. Akbar meminta semua pihak harus menghormati Jokowi sebagai Presiden RI.


PDIP Minta Menteri Lebih Banyak, Akbar Ingatkan Mega Hormati Jokowi. Akber Tanjung menegaskan, pemilihan menteri kabinet hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya, Golkar hanya menunggu keputusan dan menyerahkan sepenuhnya pada presiden.

“Terkait dengan pemilihan pembantu presiden yang bersumber dari berbagai sumber termasuk dari parpol tentu saja kita melihat dari perspektif bahwa itu adalah memang hak prerogatif presiden, karena itu kita serahkan sepenuhnya kepada presiden untuk menentukan siapa yang akan jadi menteri,” kata Akbar di DPP Partai Golkar, Jakarta, Minggu (11/8/2019).

Akbar juga dimintai pandangan soal pidato Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri di Kongres V PDIP. Megawati meminta jatah menteri PDIP lebih banyak dari yang lain di hadapan Jokowi yang hadir dalam acara tersebut.

Baca Juga: Usai Shalat Idul Adha, Jokowi Ajak Umat Tingkatkan Kesalehan Sosial

Menurut Akbar, setiap orang punya cara masing-masing. Tapi dia ingatkan, semua pihak harus menghormati Jokowi sebagai presiden.

“Ya masing-masing orang kan dalam penampilannya tidak bisa sama, tetapi tentu saja apapun penampilan itu, kalau di depan kita ada presiden tentu kita memposisikan presiden sebagai kepala negara. Tentu harus ada (apa itu) menggambarkan bahwa kita menghormati beliau sebagai presiden,” kata Akbar.

Akbar optimis, presiden dalam memilih para pembantunya tentu akan mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan dukungan yang diperoleh oleh partai-partai politik terutama dalam pemilihan legislatif.

“Saya yakin pasti dia (presiden) akan menjadikan itu sebagai salah satu faktor mempertimbangkan untuk mengisi jabatan menteri dalam periode yang akan datang ini. Oleh karena itu sebaiknya kita tunggu saja,” kata Menteri Sekretaris Negara era Presiden BJ Habibie itu.

Soal menteri dari kalangan muda (milenial), Akbar setuju dengan pendapat Megawati. Bahwa tidak hanya muda, tapi juga memiliki pengalaman.

Dia juga melihat, penetapan anak-anak muda di kursi menteri tidak akan mengurangi esensi dari apa yang disampaikan presiden bahwa orang yang mengisi kursi menteri memiliki kapabilitas, integritas, kemampuan mengambil tindakan atau eksekusi terhadap langkah atau kebijakan yang ditetapkan oleh menteri.


Source: Artikel asli

Sebelumnya

Lanjut Baca

Daerah

Gerindra Usulkan Istri Sandi Maju di Pilwakot Tangsel, Begini Tanggapan Sandi!

Diterbitkan

|

Oleh

Gerindra Usulkan Istri Sandi Maju di Pilwakot Tangsel

VAZNEWS.COM – Wakil ketua umum Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad mengusulkan memajukan nama Nur Asia Uno di bursa Calon walikota Tangerang Selatan. Lantas seperti apa tanggapan Sandi?


Gerindra Usulkan Istri Sandi Maju di Pilwakot Tangsel. Eks Cawapres Sandiaga Uno menanggapi usulan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad agar istrinya, Nur Asia Uno, maju dalam pemilihan Wali Kota (Pilwakot) Tangerang Selatan (Tangsel) tahun 2020.

Sandiaga mengaku bakal menanyakan hal tersebut kepada Nur Asia terlebih dulu.

“Saya tanya beliau, beliau senyum-senyum terus jadi saya ga bisa masuk ke conversation yang lebih mendalam tapi mungkin dalam minggu ke depan saya akan tanya dia (lagi).

Karena waktu saya masuk politik kan dia juga bilang begitu, dulu waktu kamu masuk politik kamu banyaknya mikirnya sendiri sama teman-teman kamu, nanti biar kasih tahu saya begitu sudah putusan, tapi diskusi ini masih terus jalan,” kata Sandiaga di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (8/8/2019).


Baca Juga:


Sandiaga mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada sang istri, apakah ingin bertarung dalam pemilihan calon walikota Tangsel tahun depan.

“Saya tak ingin batasi karir dia, kalau dia memang dapat panggilan dari warga dimana pun yang dirasakan memberikan manfaat tapi bagi saya ingin memberikan keleluasaan beliau untuk berpikir, berkonsultasi tentunya dengan penasihat-penasihatnya abis itu nanti ujung-ujungnya kita harus putusin besama,” katanya.

Sebelumnya, Sufmi Dasco Ahmad mengatakan telah mengusulkan kepada Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto agar mencalonkan Nur Asia di pilwalkot Tangerang Selatan tahun depan.

Dasco mengaku juga sudah menanyai Sandi soal usulannya itu. “Saya baru tanya suaminya. (Dia) senyum-senyum,” kata Dasco kepada wartawan.

Dasco mengungkapkan sejumlah alasannya ingin mengusung Nur Asia. Pertama, dia menilai Tangerang Selatan adalah daerah yang sudah terbukti tak resisten terhadap pemimpin perempuan. Wali Kota Tangsel saat ini juga perempuan, yaitu Airin Rachmi Diany.

Dia mengimbuhkan, Tangerang Selatan sebagai daerah yang pembangunannya maju pun memerlukan orang yang kreatif, inovatif, dan teliti. Dia menilai Nur Asia Uno mampu menyinkronkan pembangunan di Tangerang Selatan sehingga bermanfaat bagi seluruh masyarakat di daerah tersebut.

Baca Juga: Tentang Strategi Prabowo

Sepekan lalu, anak Wakil Presiden Terpilih 2019-2024 Ma”ruf Amin, Siti Nur Azizah, juga menyatakan dirinya siap maju di pilwalkot Tangsel. Menurut Dasco, hal ini semakin menunjukkan bahwa calon perempuan dapat diterima di Tangsel.

“Ya enggak apa-apa. Artinya pangsa pasar pemimpin perempuan di Tangsel berarti cukup mempunyai daya tarik,” ucapnya.


Source: Artikel asli

Lanjut Baca

Politik

Hasto: Di Luar Ada American Dream, Kalau Kita PDI Perjuangan Dream

Diterbitkan

|

Hasto Di Luar Ada American Dream, Kalau Kita PDI Perjuangan Dream
Photo: © Disediakan oleh RIAUMANDIRI

VAZNEWS.COM – Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menyebut bahwa bukan hanya Amerika Serikat yang punya American Dream. Partainya juga punya PDI Perjuangan Dream.


Hasto: Di Luar Ada American Dream, Kalau Kita PDI Perjuangan Dream. Hal itu disampaikan oleh Hasto ketika membuka diskusi “Kesiapan PDI Perjuangan Menuju Pilkada 2020 dan Testimoni Para Kepala Daerah” yang digelar di kantor pusat partai itu di Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin (5/8/2019).

Kata Hasto, pihaknya mengharapkan siapapun bisa membangun bangsa lewat posisi kepala daerah lewat PDI Perjuangan.

“Ke depan kami mengharapkan teman-teman punya mimpi jadi kepala daerah bersama PDI Perjuangan. Di luar sana ada American Dream. Kalau kita ada PDI Perjuangan Dream. Kami berikan kesempatan luas,” kata Hasto.

Dia lalu menjelaskan, ada yang dahulu kerjanya membersihkan ruangan pimpinan partai, kini terpilih menjadi anggota dewan. Itu karena yang bersangkutan bersedia untuk belajar terus-menerus.


Baca Juga:


Lalu ada seorang kerani di partai, yang tugasnya menulis surat-surat, lalu mengambil pendidikan Strata 2 yang didukung PDI Perjuangan, kini terpilih menjadi anggota parlemen. Ada juga yang dulunya merupakan tukang roti keliling yang menjadi wali kota.

Hasto tak menyebut nama-nama orang yang dimaksudnya. Dia juga tak menyebut nama Joko Widodo (Jokowi), kader PDIP yang dulu adalah tukang kayu namun kini menjadi presiden RI.

Selanjutnya, Hasto justru mencontohkan dirinya sendiri.

Baca Juga: Tokoh NU, Ulama KH Maimun Zubair Meninggal Dunia di Makkah

“Ada tukang ketik di partai kemudian menjadi sekjen partai, itu ada, yakni saya sendiri. Siapa sangka dulu bersama senior partai di tahun 1999, waktu rapat saya pegang laptop untuk menuliskan dan merumuskan hasil-hasil rapat. Hingga saya dipercaya dan ditugaskan Ibu Ketua Umum (Megawati Soekarnoputri),” kata Hasto.

“Jadi ruang bermimpi itu dibuka selama kita menyatukan mimpi kita dengan kepentingan partai,” tandas Hasto.


Source: Artikel asli

Lanjut Baca

Trending