Terhubung Dengan Kami

Teknologi

WhatsApp Aplikasi Penyebar Hoaks Corona, Ini Penjelasannya

Diterbitkan

|

WhatsApp Aplikasi Penyebar Hoaks Corona, Ini Penjelasannya
Photo: © whatsappcom

VAZNEWS.COM – Salah satu aplikasi milik Facebook adalah WhatsApp. Aplikasi ini kerap menjadi platform penyebar hoaks terkait virus corona, ini disebabkan karena WhatsApp menerapkan fitur enkripsi end-to-end, sehingga perusahaan tidak dapat membaca pesan pribadi pengguna dan menghapusnya. Jadi, jika ada pesan yang salah, perusahaan tidak dapat menghapusnya, karena pesan bersifat pribadi.


WhatsApp Aplikasi Penyebar Hoaks Corona, Ini Penjelasannya. Salah satu usaha milik Facebook (WhatsAPP) menjadi aplikasi penyebar hoaks tentang corona kini tengah menjadi perbincangan dunia digital.

Dalam hal ini, pihak WhatsApp tengah memerangi masalah yang telah ditimbulkan dari aplikasinya tersebut yang kebanyakan orang salah dalam menggunakannya.

Dilansir dari laman Buzz Feed News, pada Selasa 28 April 2020, WhatsApp pun membatasi jumlah pesan yang diteruskan. Jumlah pesan itu yakni setelah pesan yang diteruskan lebih dari 5 kali kini hanya dapat diteruskan ke satu obrolan saja.


Baca Juga:


Namun, perubahan tersebut tidak menghentikan orang untuk meneruskan pesan ke beberapa pengguna secara individual. Akan tetapi WhatsApp berharap untuk dapat memperlambat penyebaran hoaks dan informasi yang salah.

“Kami telah melihat peningkatan yang sangat signifikan dalam jumlah penerusan yang pengguna katakan kepada kami. Semua itu dapat terasa luar biasa dan dapat berkontribusi pada penyebaran informasi yang salah. Kami percaya penting untuk memperlambat penyebaran pesan-pesan ini agar WhatsApp tetap menjadi tempat untuk percakapan pribadi,” ujar WhatsApp.

Baca juga: Huawei Perkenalkan Chip Kirin 990 dan Kirin 990 5G

Sebuah laporan CNN menunjukkan jika platform pengiriman pesan adalah hot spot informasi medis yang salah terkait dengan virus corona covid-19. Salah satu contoh penyerang yang menjadi viral di WhatsApp adalah, mengklaim bahwa empat orang yang menderita covid-19 menjadi lebih buruk setelah menggunakan obat anti-inflamasi, klaim yang kemudian dibantah.

WhatsApp pertama kali memberlakukan batasan penerusan pesan pada tahun 2018. Pesan hanya dapat diteruskan sebanyak 5 kali yang sebelumnya dapat diteruskan hingga lebih dari 200 kali.


Source : Okezone

Sebelumnya
Klik tompol ← → (panah) untuk menjelajah!

Trending