Media Sosial VAZnews

Politik

Kritik Pemerintahan, Rocky: “A Minus itu, A Kebohongan, Minus Kejujuran”

Rocky Gerung Peneliti Perhimpunan Pendidikan dan Demokrasi memberi nilai A minus untuk kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam satu tahun pertama ini.

Diterbitkan

|

Kritik Pemerintahan, Rocky A Minus itu, A Kebohongan, Minus Kejujuran
Kritik Pemerintahan, Rocky: "A Minus itu, A Kebohongan, Minus Kejujuran" (foto: faktanews)

VAZNEWS.COM – Rocky Gerung Peneliti Perhimpunan Pendidikan dan Demokrasi memberi nilai A minus untuk kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam satu tahun pertama ini.


Kritik Pemerintahan, Rocky: “A Minus itu, A Kebohongan, Minus Kejujuran”. Sementara, Irma Suryani Chaniago selaku politikus Partai NasDem menyebut Rocky bisa hilang jika RI masih ada di bawah kendali Presiden Soeharto. Perang wacana itu disampaikan keduanya dalam tayangan Mata Najwa bertajuk ‘Tahun Pertama: Jokowi-Mar’uf Sampai Dimana’, pada Rabu (21/10/2020) malam. Di situ, selain Rocky dan Irma, hadir pula politikus PKS Mardani Ali Sera, politikus PDIP Aria

Bima, Tenaga Ahli Utama KSP Dany Amrul Ichdan, serta Direktur Pusako Feri Amsari.

“Skor [satu tahun pemerintah Jokowi-Ma’ruf] A minus; A minus itu, A buat kebohongan, minus untuk kejujuran,” kata Rocky dalam tayangan Mata Najwa bertajuk ‘Tahun Pertama: Jokowi-Mar’uf Sampai Di mana?’, di Trans7, Rabu (21/10) malam.


Baca Juga:


Rocky tak merinci apa saja kebohongan yang dilakukan Presiden Jokowi. Dia hanya bilang bahwa skor itu didasarkan dari survei yang dilakukan oleh salah satu media nasional, serta kepuasan publik yang menurun.

“Kepuasan hilang. Padahal bulan Agustus saya masih baca SMRC (Saiful Mujani Research and Consulting) bikin polling, kepuasannya 60 persen, sekarang di bawah 50 persen. Ini tahun pertama lho, udah hilang itu (kepuasan) ,” klaim Rocky.

“Itu artinya kalau di Eropa perdana menteri udah turun,” lanjutnya.

Sementara itu, Irma Suryani Chaniago menyebut Rocky Gerung sudah hilang jika saja yang berkuasa pada saat ini adalah Pemerintahan Soeharto. Hal itu karena kritik dan cacian yang seringkali disampaikan Rocky kepada pemerintah.

“Rocky ini selalu berpersepsi dia seolah olah paling pintar, benar dan demokratis, padahal tahu enggak, kalau di zaman Soeharto, orang seperti Rocky ini udah hilang, orang seperti Feri [Amsari, pakar hukum tata negara] ini sudah hilang, udah enggak ada itu, udah di-Marsinah-kan orang dua ini,” kata politikus Partai NasDem tersebut, pada Rabu (21/10/2020).

Baca Juga: Setahun Jokowi-Ma’ruf, Puan:”Pemerintah Harus Bekerja Lebih Keras”

Namun demikian, Irma menyebut hal itu tidak akan terjadi di masa pemerintahan saat ini. Karena, meneurutnya Presiden Jokowi tidak terlalu ambil pusing dengan kritik dan caci maki yang diarahkan ke pemerintah.

“Kalau di zaman Jokowi, Rocky ini mencaci Jokowi, ya Jokowi tenang-tenang saja. Feri tadi ngomong seenaknya, Jokowi tenang-tenang saja. Itu kenapa? karena memang demokrasi kita ini sekarang sudah kebablasan, orang merasa dirinya paling pinter, paling bener, dan paling bersih,” ujar dia.

Comments

Trending